![]() |
| skrinsut pencarian image ABG Jogja |
Jadi apakah para pencari ABG Jogja harus dibawa ke klinik Tong Fang yang sekarang sedang kondang karena iklannya yang dianggap menipu publik. Tentu saja tidak, karena tidak akan menghasilkan apapun. Kebebasan berekspresi di internet memang menjamin untuk memposting apapun yang disukai sepanjang tak melukai hati siapapun. Namun ketika yang dilukai adalah hati publik? Mungkin bukan hal penting karena tingkat pornografi pada perspektif masing-masing kepala berbeda. Kurikulum persekolahan yang tidak membumi dan menyentuh hal-hal dalam kehidupan nyata sebenarnya adalah masalah besar dalam penggunaan kata-kata kunci di Internet. Juga tentunya adalah penghakiman atas pemaknaan tentang suatu kata yang menjadi sangat nista sekali.
Terlihat betul aspek-aspek dalam pendidikan yang terlihat dalam penampilan dan performa ABG, bukan hanya ABG Jogja dalam mengartikan dirinya pun hanya sebatas pada aspek-aspek yang digenjot di kurikulum sekolah. Aspek tersebut hanyalah bertitik berat pada link dan match dengan pekerjaan setelahnya atau kognitif dan psikomotorik untuk mendukung dunia kerja. Dunia yang akan ditekuninya hingga kehilangan aspek afeksi hingga seperti robot yang berangkat kerja pagi dan malam hari pulang. Hanya pada tingkatan tertentu karena kelelahan maka aspek untuk mencintai diri sendiri, tubuh maupun lingkungan baru akan muncul setelah semuanya terlampaui, dan itu terlalu lama.
Jadi apakah ABG Jogja harus di bawa ke klinik Tong Fang?
Apalagi pertanyaan lucu di atas tentang klinik tong fang dan ABG Jogja. Sekiranya memang benar hasil dari apa yang dilalui dalam kehidupan mainstream dengan mempercayakan anak ke sekolah. Maka tindakan nyata dari orang tua maupun masyarakat juga perlu untuk menyeimbangkan kekurangan-kekurangan tersebut karena bagaimanapun sulit untuk mendapatkan pola pendidikan yang sempurna.Masa-masa ABG (anak baru Gede) di kota pendidikan seperti Jogjakarta, di sebut ABG Jogja pun kadang perhatian dan fasilititasinya sangat kurang. Jikapun ada pemanfaatannya kurang optimal. Bukan salah siapa-siapa, dan tak ada yang bisa disalahkan selain harus dimunculkan kesadaran mengapa ada kasus-kasus tawuran pelajar yang semuanya ABG di Jogja maupun perkelahian antar gang yang hanya membuat beberapa kelompok orang bertepuk tangan karena mendapatkan keuntungan.
Masa-masa penuh energi dan pelampiasannya bukan berarti pada saat itu anak remaja memiliki segalanya dan tak membutuhkan apapun. Justru pada saat ABG tersebut mereka membutuhkan fasilitasi dan bimbingan penuh untuk tumbuh dan berhasil mengolah potensinya. Anak remaja kreatif memang bisa dihasilkan dengan banyak metode. Namun dari sisi keluarga tentu memiliki latar belakang tertentu yang membuatnya bisa terbangun dan merealisasikan mimpi-mimpi yang selalu berkecamuk di kepalanya. Mimpi-mimpi itupun tak terlepas dari referensi lingkungan serta pendidikan yang didapatkannya. ABG Jogja atau manapun butuh fasilitasi yang mendukungnya.
Apakah ABG Jogja sudah terlalu negatif sebagaimana pencarian di Google?
Tentu tidak, dan sama sekali sangat jauh, meskipun ada penelitian yang pernah menemukan itu. Kreatifitas ABG Jogja tentu juga banyak yang positif dan berprestasi sebagaimana ABG-ABG di kota lain, seperti ABG Jakarta, ABG Bandung, ABG Semarang, ABG Surabaya, ABG Makassar dan banyak lagi. Mereka tetap memiliki koridor khusus untuk berkarya bagi bangsanya. Bahkan di Klaten siapa lagi kalau bukan ABG yang membuat mobil yang dipakai pak Jokowi.Banyak sekali ABG Jogja yang masih seperti sediakala, mereka tak menikmati pendidikan ataupun teknologi, mungkin malah hanya menjadi korban. Anak-anak jalanan di Jogja yang kebanyakan juga ABG Jogja pun tak ubahnya sebagaimana di kota-kota besar lain. Kadang mereka menjadi korban dari hasil pemotretan bule-bule atau orang-orang yang mencari sensasi, dengan mengabadikan gambar-gambar yang tak senonoh. Meski hal ini sangat lain dan banyak kasus karena pemaksaan maupun karena kesulitan ekonomi sebagai alasannya.
![]() |
| Foto ABG Jogja |
Collective Soul | How Do You Love?
There once was love thrown into your room But you never knew A calendar of days just for you But you never knew, never knew no And the truth that you'll find will always be The truth you hide So how do you love, how do you love When your angels can't sing, and your world is still Lacking of me There once were eyes that only saw you But you never knew A portrait of a flower in full bloom But you never knew, never knew no And the words that you fear will always be The words you hear This space where you've been living Has gifts you've never given That's the face you always show Ask me for words of wisdom Tell me of your condition I don't know, I don't I don't know And the truth that you'll find will always be The truth you hide
Demikianlah ABG Jogja di klinik tong fang.










