Thursday, April 30, 2009

Island of Life

Ibaratnya alam adalah perempuan, tempat yang lengkap, dimana dia bisa jadi perempuan sekaligus pria ketika menghidupi dan mendidik anak-anaknya, tentunya pria tidak boleh iri dalam hal ini, akui saja. Ibaratnya pria adalah manusia yang selalu menetek dan kekanak-kanakan pada sang alam, selalu meminta dan mengeruk potensinya untuk mengembangkan kehidupannya. Ibaratnya tehnologi adalah nafsu yang bisa menyeramkan ketika berwarna merah, dan menyejukkan ketika berwarna hijau ataupun putih.

Ketika tehnologi menjadi nafsu untuk menguasai dan menjadi angkara murka, maka dia hanya akan meninggalkan kerusakan, yang berbuah kehancuran semata. Menjadikan anak-anaknya serba salah dan diliputi dendam kesumat, dendam yang bingung karena mau dilampiaskan kepada siapa. Tiada yang mengetahui karena memang begitulah arsitektur kehidupan yang sudah dirancang untuk saling menghancurkan ketika salah arah, dan saling membangun ketika buah cinta itu menempati aras keteduhan hati.

Apa yang akan terjadi ketika muncul wabah yang ditimbulkan karena angkara dan kampanye globalisasi sehingga kaum virus pun mau tidak mau harus menunaikan tugasnya untuk menjadi global pula. Betapa latar belakang dan perilaku manusia mempengaruhi alam beserta seluruh isinya, bahkan semakin canggih tehnologi manusia ternyata alam pun mengikuti dan memiliki coping behaviournya (kelit) sendiri.

Sadarkah betapa kita adalah bagian dari alam yang harus selalu saling mencintai, alam yang luas tak terkira dengan macam-macam bendera laksana alam siluman, alam gentayangan, alam borjuasi, alam aristokrat dan sebagainya meskipun hanya di alam belagu... loh... mending mari mendengarkan alunan vokal Jon Anderson dan Kitaro yang mendayu-dayu ini....


Island of Life

She sees me
She understands
She helps
With all of my fears
When we stand together for life
Who will hold a child
In her arms

She reaches out
So many friends
Who seek to live this world
When we stand together for life
She will hold a child
In her arms

Chorus:
Without woman
Earth would fade and die
Without woman
Who am I
Who am I
On this Island of Faith
Who am I
On this Island of Life
You are the Sea
You are the Sky
You are the Ocean
I am the Earth
I am the Island of your Love

She listens
Se understands
For those searching for truth
We will stand together for life
We will hold a child
In our arms

Chorus

She sees me
She understands
She helps
With all of my fears
When we stand together for life
She will hold a child
In her arms

Chorus

Dreams are the understanding of life
Dreams are the understanding

Tuesday, April 28, 2009

ngunduh wohing pakerti

¨Ngunduh wohing pakerti¨ saya artikan secara ngawur ke bahasa Indonesia adalah sebagai ¨berhasil memetik buah usaha¨, usaha apa ya terserah namun ketika semua perjuangan sudah dilakukan biasanya akan memetik hasil dari perjuangan itu. Bukan seperti di sinetron atau film-film ketika telah menjadi pahlawan dan berhasil menaklukan musuh maka akan memetik hasilnya seperti di ending setiap film James Bond 007 yang biasanya... walahiyung...

Pesta adu strategi mendapatkan suara tahap pertama sudah berlalu dengan hasil yang membuat semua orang kaget, peta politik berubah, partai yang sudah percaya diripun kalangkabut, banyak para calon pengepul suara stres, dan banyak orang kehilangan pekerjaan sebagai wakil rakyat, hal itu lumrah, karena mungkin ada kesalahan dalam perjuangannya atau memang suara dia sudah tidak didengar lagi sama om Google seperti pada kontes pemilu damai yang akan berakhir beberapa hari lagi, dan bikin heran karena banyak para pemain yang malah gak keindeks sama sekali oleh si Om.

Biarlah itu tidak penting, namun yang mengherankan adalah berapa banyak biaya yang dikeluarkan oleh negara demi suksesnya pemilu kemarin, namun penghitungan suara dengan IT, malah kalah dengan penghitungan manual atau offline. Betapa memang nuansa perang suku dengan panah dan tombak masih kelihatan lebih indah daripada yang perang pake bom dan fosfor putih, karena memang kita masih asing dengan dunia IT, coba KPK pakai IT tentunya yang kena makin banyak pula, ketahuan juga meski KPK mau masuk ke KPU kenapa Hitungan IT kalah cepat dengan manualnya, kok endak di sadap aja dengan telpon... bwahahaha...

Kita memang akan mendownload sesuatu di masa yang akan datang ini karena kepongahan sendiri, dimana demokrasi yang tadinya indah, namun menciptakan segala yang tampak ini menjadi tak teratur, demo bebas dimana dan lain sebagainya, unduhan itu adalah munculnya sebuah rejim baru atas nama stabilitas bangsa. Karena hutang yang begitu banyaknya saat ini, maka stabilitas harus menjadi junjungan entah stabilitas ekonomi, keamanan maupun stabilitas pendapatan negara. Untuk masalah pendapatan sendiri tentunya siap-siap saja para jelata untuk di serap darahnya untuk biaya pembayaran hutang.

Namun tenang aja, bukankah sudah terbiasa dengan hal itu semua, selamat berjuang....mari kita mengunduh wohing pakerti masing-masing, semoga sukses selalu...

Saturday, April 25, 2009

Never ending love disorder

Begitulah mungkin hanya diri ini yang selalu saja salah dalam mengartikan sebuah percintaan, dari naksir, jatuh cinta kemudian seterusnya ya jatuh aja... gubrak. Tidak pernah ada rasa kapok untuk selalu menanggapi keindahan para lawan jenis yang memang memiliki nuansa dan perspektif yang berbeda tentang sebuah makna cinta, persahabatan dan luasnya ruangan hati dalam kesendirian dan kehampaan yang teramat indah untuk selalu diingat baik di otak maupun dalam hati. Itulah masa lalu, masa muda ketika semua masih bisa dipecundangi maupun dikhianati dengan seenak hati tanpa ada rasa penyesalan yang menyesakkan otak, wakaka...

Tersebutlah sebuah kisah dalam masa keemasan retro hingga punk beberapa abad yang lalu. Dalam sebuah lingkup persekolahan ahli jiwa yang cukup tidak dikenal di dunia jin setan dan perewangan. Berdiri dengan tegar sekumpulan pemuda dan pemudi bukan dengan hobi maupun kreatifitas yang sama namun dengan bakat yang hampir sepadan yaitu cinta yang tak pernah sampai, meskipun sampai namun bagaimana caranya itu tidak pernah selesai, dengan menamakan kelompok tersebut sebagai keluarga, yah keluarga mandiri dan establish hingga saat ini.

Lucu sekali memang, namun ada juga beberapa anggota yang akhirnya mengundurkan diri dari love dissorder tersebut karena memang sudah mentok dan tidak dapat menolak gebukan cinta yang dalam dan mengalir deras dalam darahnya untuk masing-masing kekasihnya. Cilakanya memang adat istiadat ketimuran yang memiliki fase-fase waktu, maka tantangan yang dihadapi adalah kemudian gerahnya hati karena dianggap kawin telat... bwahaha..

Saling memiliki sesama anggota keluarga itu memang awet dan abadi meskipun sudah berjauhan jarak dan karir yang ditekuni. Betul keturunan dan penerus idea dari masing-masing pribadi akhirnya dibutuhkan dan harus dari darah daging sendiri, artinya produk sendiri meskipun bukan dari ras tertentu tapi milik sendiri. Dari masing-masing anggota keluarga tersebut jika dikliping dalam arsip cintanya memang memiliki beratus-ratus file, dan menunggu jilid berikutnya untuk dapat diceritakan keajaiban dari never ending love dissorder ini... tentunya dengan penyelidikan jurnalisme ala koboi kesetanan, karena kudanya sedang birahi...yang dikemas dalam lantunan pembalasan award yang karena lupa ingatan tak pernah tergarap dengan rajin...

Wakaka jadinya malah never ending award dissorder... kekeke

Monday, April 20, 2009

Warna lain aroma sama

Gajah bertarung pelanduk mati di tengah, bagaikan sudah didepan mata saja peribahasa itu dalam kenyataannya. Para orang pintar pejuang demokrasi di sini sepertinya sedang merasa tercederai dengan penilaian buruk pelaksanaan contreng-mencontreng 9 april 2009 beberapa hari yang lalu. Betapa para warga yang baik yang ingin menyampaikan aspirasi saat ini dijadikan alasan untuk memperpanjang permasalahan kepemiluan yang semakin menjadikan pilu perasaan di hati.

Para ksatria yang ingin mendapatkan simpati para jelata, mulai berebut, meskipun mereka juga sudah tidak seratus persen lagi percaya terhadap proposal yang diajukan oleh para broker suara sialan itu. Namun dana sudah terlanjur dicairkan, maka prinsip kehati-hatian plus beberapa prosen kecurigaan mulai menggelayuti pikiran mereka. Siapakah lagi yang menjadi korban atas nama pembangunan prasarana umum yang dibutuhkan itu, kalo bukan para jelata lagi.

Sepertinya komoditas pilu ini memang sangat menggiurkan sekaligus mencelakakan produsen dan konsumennya, hanya kelompok marketinglah yang mengatasnamakan dirinya menjadi mesin politik yang tidak pernah dirugikan. Kelompok penyedia isu politik dan sponsornya, serta para jelata sebagai sasaran akan menjadi kelompok yang paling dirugikan. Dalam dunia pragmatis inipun terjadi juga bottle neck aspirasi, berbahaya sekali dan merupakan sekam konflik yang sangat potensial meledak setiap saat.

Jika pada saat kemaren banyak korban yang telah dirugikan, maka pada kontes memanah rembulan yang akan datang korban ini akan lebih mengerucut kepada pribadi-pribadi peserta kontes. Semoga saja mereka dikaruniai kesabaran dan ketabahan dalam menghadapinya. Toh selama ini para jelata selalu open mind kepada pembaharuan yang selalu dihembuskan meskipun tertatih namun super sabar dalam menghadapi hidup dalam kemandiriannya.

Bukan karena kebodohan tidak menagih janji-janji itu, namun karena memang pada awalnya sudah tidak percaya kepada janji-janji yang muluk-muluk itu, muak serta memang tidak ada hasrat yang jelas untuk menepatinya. Semuanya sudah terbaca dengan jelas, namun memang kuasa untuk mengubah segala kebijakan itu tidak ada, karena sudah dipagari dengan sangat kuat dan kokoh. Meski saat ini memang benteng itu sudah berubah warna, dan para jelata pun harus dengan riang dan gembira menyambut perubahan warna, meski aromanya tetap sama.

Tuesday, April 14, 2009

Comfortably Numb

Bumi makin tua, makin hot permasalahannya, banyak orang semakin berbusana tipis karena gerah. Bukan lantaran mau pamer aurat, tapi memang sepertinya pakaian gaya santai menjadi lebih nyaman dipakai. Selain itu permasalahan ketidakadilan, intrik politik dan hasrat ngaceng kekuasaan yang semakin menjadi-jadi. Karena memang dirangsang dengan mesranya seperti teman-teman yang golput terpaksa lantaran tidak mendapatkan undangan DPT. Entah karena apa yang jelas pengumuman DPT memang sudah lama, tapi memang begitulah rangsangan itu terasa dan isu mengulangi Pemilu mungkin akan santer, bagai gadis seksi yang membuat ngiler para pemburu kuasa, yang merasa terzalimi saat ini. Jelas memang harus bareng-bareng untuk mengalahkan mayoritas tunggal yang baru saja dilahirkan. Mungkinkah masa pemungutan suara adalah masa-masa indah bagi para pemburu rembulan tersebut, memang indah sekali... buka, pelototi, buka lebar lagi... coret-coret jiyahahaha....

Partai-partai baru itu telah mengubah konstelasi politik yang tentunya membuat partai lama agak masgul. Api yang bisa saja tersulut dengan cepat ini harus bisa disikapi dengan dewasa oleh seluruh rakyat Indonesia. Entah kontes SEO macam apalagi yang akan dijadikan jargon untuk penyelesaian masalah Pemilu ini, semoga bukan kekerasan namun bisa diselesaikan dengan cerdas dan adu argumen yang mendidik rakyat Indonesia, meskipun rakyat sekarang memang sudah terdidik juga. Pertanyaannya adalah sejauh mana pendidikan saat ini bisa mengembangkan ideologi humanis, karena hidup di jaman sekarang sudah terasa seperti robot dengan rutinitas dan godaan harta serta kemewahan yang selalu terasa menghibur hati dan menjadi contoh kasus untuk kesuksesan hidup.

Namun begitu saya teringat ketika masa kecil ketika mengalami demam tinggi, sering melihat bayang-bayang atau benda yang kulihat semakin lama makin besar sendiri kemudian hilang, kemudian ganti benda lain begitu seterusnya bahkan kadang benda itu ketika menjadi besar jatuh menimpa dan semakin demamlah ketika itu. Hal itu pun ternyata bisa menimpa orang dewasa ketika sedang mengalami tekanan atau stress, terutama para caleg gagal, bisa-bisa tangannya serasa membesar bengkak kemudian menampar muka sendiri, atau muka para timsesnya yang selalu minta uang bensin, uang pulsa, uang makan, uang cukur, uang untuk mbayar rakyat jelita.. wahaha... modiar cocote... begitulah kekuasaan laksana cewek seksi yang menggiurkan, namun memangnya cewek seksi itu nggak bisa milih.... Nah jika sudah merasakan gejala Comfortably Numb silahkan menghubungi RSJ atau therapist terdekat, wakaka...

Hal ini mengingatkan sebuah gejala yang dinamakan comfortably numb, yang bahkan ada lagunya dan sangat indah karya Van Morrison dan Roger Waters, monggo mendengarkan lagu lama yang super cantik ini... hmm syaratnya matikan lampu kamar, hidupkan lilin, dan tuanglah segelas wisky untuk menambah nikmat lagu ini... ciaoo...



ini juga boleh:



ini juga sama:



Pink Floyd - Comfortably Numb Lyrics

Hello,
Is there anybody in there
Just nod if you can hear me
Is there anyone at home
Come on now
I hear you're feeling down
I can ease your pain
And get you on your feet again
Relax
I'll need some information first
Just the basic facts
Can you show me where it hurts

There is no pain, you are receding
A distant ship smoke on the horizon
You are coming through in waves
Your lips move but I can't hear what you're saying
When I was a child I had a fever
My hands felt just like two balloons
Now I've got that feeling once again
I can't explain, you would not understand
This is not how I am
I have become comfortably numb

O.K.
Just a little pin prick
There'll be no more aaaaaaaah!
But you may feel a little sick
Can you stand up?
I do belive it's working, good
That'll keep you going through the show
Come on it's time to go.

There is no pain you are receding
A distant ship smoke on the horizon
You are only coming through in waves
Your lips move but I can't hear what you're saying
When I was a child
I caught a fleeting glimpse
Out of the corner of my eye
I turned to look but it was gone
I cannot put my finger on it now
The child is grown
The dream is gone
And I have become
Comfortably numb.

Saturday, April 11, 2009

Rakyat Jelita

Lima menit untuk lima tahun serasa menghantui juga ketika memberangkatkan diri menuju ke TPS di depan rumah, cuman 25 meter tapi kok sepertinya kaki dan otak ini tidak mau mengakui juga apa artinya suara atau centhang dari mahluk seperti ini, bagaikan debu yang gak pernah kelihatan bahkan hanya diakui saja ketika melakukan kesalahan semisal ketangkep operasi kendaraan bermotor di jalan, sidang masalah HO dan segalanya yang berbau negatif saja. Perlu digaris bawahi bahwa ini hanyalah perasaan seorang rakyat jelata, yang tidak pernah dipikirkan bahkan diperjuangkan oleh para politikus saat ini, karena mereka hanya memikirkan dan mendambakan rakyat JELITA setelah sukses masuk ke apa yang mereka tuju, bukan hoax tapi semua masyarakat juga melihat betapa rakyat jelita telah dipakai untuk menarik massa dan suara pada masa kampanye.

Meskipun dari gubuk saya menggandeng dua orang rakyat jelita versi pribadional saya, namun perasaan kekurangan bekal untuk mencentang selalu saja menggebuk kepala selangkah demi selangkah hingga akhirnya sampailah kami sampai ke TPS. Tidak perlu antri karena memang hasrat mencontreng eh mencentang memang sudah luntur sepertinya. TPS sepi tidak ada orang yang mencoba ikut berpesta layaknya pesta demokrasi pada masa lalu, sudah tidak ada yang pedulikah sama nasib negara, entahlah yang jelas saat ini kebijakan dari atas memang seperti sudah diset seperti ketika blooger mau posting terjadwal. Sebelum pemilu harga BBM turun, kemudian sekolah gratis bahkan nanti menjelang pilpres ada lagilah mestinya yang sudah dirancang dan dijadwalkan publish kebijakannya.

Jadi mengapa harus terdogma dengan arti kalimat lima menit untuk lima tahun, lah semua sudah direkayasa sedemikian rupa sehingga kita pada saatnya nanti hanya akan menatapkan mata hati kita pada satu sosok figur, figur penyelamat harga, ekonomi, keamanan, walah... memang itu bukan sebuah kerja tim, dan memang jika pikiran tidak gila. Jika amanah tentunya semua yang terbaik untuk masyarakat banyak adalah hal yang tidak perlu dijadwalkan dan direkayasa untuk kemenangan yang hanya lima tahun juga. Entah mengapa juga alam sang ibu kehidupan selalu lebih waspada dan memberikan peringatan dengan caranya sendiri bagi bangsa ini untuk selalu eling akan kehidupan, bukan hanya tentang kekuasaan semata.

Bingung dan pusing membuka kartu suara yang menurut saya malahan sebuah poster suara, blaik besoar sekali, dan cilakanya makin bingung lagi tidak ada orang yang saya kenal dengan baik, kemudian mengapa ada sebersit idea di kepala saya. Loh lima menit untuk lima tahun itu bukan untuk saya, tapi untuk poster di depan mata saya ini..., wah celaka. Sedekat-dekatnya dengan orang itu pastilah dia memiliki atasan dan kelompok apalagi aturan main legislatif, kemudian ranjau eksekutif dan birokratisme. (doh) pusing kepala ini, benar lima tahun ini untuk mereka bukan untuk saya, karena dengan dua rakyat jelita kepunyaan saya itu hanya kamilah yang bisa menentukan, bahkan tanpa sentuhan tangan mereka, ya hanya kita sendiri, untuk kehidupan kita sendiri.

Paling maksimal hanyalah dapat proyek yang full dengan potongan sana sini situ, sebagai tambahan untuk mengurusi rakyat jelitanya, yang sudah menjadi rahasia umum di masyarakat. Memang hidup makin sulit, lebih-lebih ditambah ramalan mama lorent yang mengatakan bahwa penduduk dunia akan berkurang separohnya, walah... meskipun sudah sepantasnya karena separo lebih penduduk dunia saat ini kayaknya memang sudah tua-tua... wakaka... bagi yang sukses kepilih jadi pemimpin jangan melupakan rakyat jelata yang memberimu dukungan suara, bukan cuma rakyat jelita yang akan memberimu bom waktu.

Tuesday, April 7, 2009

Friendfeed Beta

Dunia ini lama-lama bisa diakses dengan mudah, kecuali kalo listriknya mati. Serta server penyedia layanan konten makin lama merapatkan barisan, connect antara satu dengan yang lainnya. Persaingan semakin sengit dan entahlah mereka dapat duit keuntungan darimana, atau mungkin semuanya diuntungkan juga dengan saling berbagi layanan. Sebagai user tinggal pake ini, cukup senang dan pilah-pilih mana yang enak saja gitu kan...

Sedang maen ke Cnet[dot]com, eh.. ada berita apdetan Frienfeed yang baru saja diluncurkan dalam bentuk beta di sini http://beta.friendfeed.com. Sekarang sudah bisa realtime feednya, apalagi tambahan bisa upload foto ke twitter, serta bisa untuk chatting seperti di Gtalks. Wah menarik juga dengan 57 jumlah layanannya. Bikin gerah untuk segera bikin akun saja, wakaka.... bahkan bisa akses ke Google Picassa, Flickr dan Photobucket.

Pusing juga beberapa hari yang lalu gak bisa akses google reader, wah.. jadi parah juga blogwalkingnya, maklumkan blogwalking atau blogjojing itu harus ada pemandunya, agar tidak kesasar, entah teman-teman blogosphere caranya gimana bisa dishare dong....

Asiknya juga service Google reader bisa dimasukkan ke Friendfeed, RSS blog teman-teman, bahkan bisa update status facebook maupun Plurk, wah... ini fasilitas mau dimakan semua sepertinya. Mungkin Friendfeed ini gerah juga dengan layanan baru chimper si Chi[dot]mp yang juga mirip, tapi dengan bonus Open ID dan domain yang keren, wah jadi masih lebih sip chimper dong jadinya. Hanya Realtime statusnya Friendfeed ini yang perlu dicoba, dan semoga saja tidak memakan bandwith berat, bisa berape juga.

Bagi yang belum punya chimper silahkan segera mendaftar, gunakan Open ID nya dengan bijaksana, dan tidak ada salahnya juga mencoba Friendfeed maupun bloglines, yang juga memberikan backlink gratis pada blog kita...monggo dijelajahi...

Sunday, April 5, 2009

Karet tabung gas

Just pengin sharing aja. Rupanya para pengusaha gas itu tidak peduli dengan keselamatan konsumennya, udah gak ada garansi ato apalah yang memuaskan, dari harga gas elpiji 15 kiloan dulu sekitar 30 ribuan ato brapa ya lupa, sekarang udah sampe 70 ribuan. Nggak mudeng sekarang harga plus tabungnya itu.

Ketika datang memang ada segel diatas lobang gasnya itu, namun sudah beberapa kali ini menemui kok ketika disambungkan dengan regulatornya, masih ada kebocoran sehingga aroma gas itu meskipun sedikit kerasa juga.

Sampe beberapa kali ganti regulator, beli kabelnya, dah pokoknya posing tujuh keliling gara-gara gas di dapur yang bocor alus, mau ditambal dimana... hahaha...

Sampe ganti karet dan tabung gas yang lain, kok sama saja. Usut punya usut, meskipun hanya perkiraan saja di ujung tabung gas yang dicolokin regulator itu kan ada karetnya di dalam untuk menjaga agar elastis dan rapat. Congkel pake obeng ternyata memang sepertinya karet tabung gas lama, bukan baru. Tidak seperti dahulu ketika beli gas kan karet itu diganti baru agar terjaga kualitasya.

Untung ada ide membalik karet tabung gas itu, jadi agak bagus dipasang dan tidak tercium lagi aroma gas elpiji yang bikin perut mual dan kepala pusing itu. Dasar maunya untung saja tapi nggak peduli keselamatan orang lain. Entah hal ini terjadi pada saya saja atau ada juga teman disini yang juga mengalami masalah gas bocor dan karet tabung gas.

elpiji suryaden lpg tabung gas kompor bocor bahaya

Saturday, April 4, 2009

Free domain keren

Benarkah kekuasaan hampir sama dengan pasar, bila demikian akankah dunia ini bisa dikuasai oleh sebuah kekuasaan saja. Entah Google entah Yahoo entah siapa lagi misalnya dalam dunia bisnis online dalam menguasai lahan pertemanan maya. Memang dunia online ini meskipun masih aneh karena kekatrokan saya, membingungkan juga nantinya ketika para vendor-vendor penyedia layanan tidak mau saling berbagi atau berteman meskipun dalam satu kabel dan monitor dihadapan kita ini. Facebook yang dengan akun Yahoo, Blogger yang dengan akun Google, walah bisa-bisa kita semua bisa memiliki akun di mana-mana.

Beruntung sudah ada situs penyedia Open ID, yaitu satu ID untuk bisa login kemana-mana, serta kerahasiaannya dijamin. Lumayan Yahoo dan Google sudah mendukung ini atau juga Wordpress juga sudah bisa digunakan sebagai Open ID. Hal ini juga bisa menambah pusing juga bagi para perambah dan penggentayang blog yang suka tipu-tipu dengan membuat banyak akun, tapi dengan keprofesionalan dan kekacauan otaknya pastilah juga menghasilkan keuntungan tersendiri. Namun sepandai-pandainya tupai melompat pastilah lebih pintar gurunya... jiyakaka...

Entah nantinya apakah Facebook atau Twitter akan dibeli oleh Google silahkan saja, atau Yahoo akan dibeli oleh Microsoft, persetan yang penting mereka masih bisa kita pake. Serta semoga masih juga memberikan layanan yang Free Service dan berkualitas. Meskipun masih terkendala dengan koneksi yang katanya broadband tapi buktinya masih bisa diskonek dan sinyalnya seperti ingus anak kecil keatas kebawah ... yaks... jijay memang para provider di negeri damai ini, meskipun ditinggal kampanye tapi tetep aman dan bisa ngutang ke negara G20, yang protes malah air, api, angin dan tanah yang marah-marah setiap hari di berbagai tempat. Atau ulah manusia yang edan mencuri besi jembatan Suramadu, di Surabaya... (doh) aneh bener pokoke, sulit dinalar jika otak masih normal dan belum mengembangkan potensi Psikopat yang indah dan berkarisma.

Disini saya hanya mengabarkan sebuah situs keren yang harus kalian klaim dengan cepat karena kebetulan masih free dan dukungan Open ID yang keren sekali. Bisa untuk menyimpan feed yang disukai, Facebook, tret Twitter, bahkan posting blog. Sebuah situs meskipun masih beta tapi sudah menerima pendaftaran dengan domain keren [dot]mp. Silahkan segera berduyun-duyun memporak-porandakan agar segera ramai, mengingat manfaatnya yang kedepan akan bagus. Serta gak usah ikutan kontes-kontesan.

Oke silahkan merapat, buka kemudian gabung dan daftarkan domain anda dengan free ke http://chi.mp. Secepatnya dan bila sempat juga lihat http://suryaden.mp meskipun masih cupu juga tapi... woahahhaa... jelek lagi... kakakka... tapi dulu harus nunggu beberapa minggu saya untuk dapat domain di [dot]mp atau informasi lebih jelas ke blognya chi[dot]mp. pokoknya anda punya berapa blog bisa anda jadikan satu disana, Ayyoooo brangkat... budall kata gajah_pesing sobat kita bersama...

Thursday, April 2, 2009

Thumbnails

Seringkali kau datang menghampiri, meski aktifitas selalu berjalan dengan rutin dan kadang hal baru menjengukku setiap hari bahkan setiap waktu. Jeda waktu dan kekasih hati yang sudah terpateri di jiwa, masih saja sanggup kau lucuti. Pengecutnya hati ini, meradang saat kau datang entah siang, malam, ataupun pagi hari.

Sekat bahkan benteng tebal yang sudah di cor dengan sebuah mahligai cinta sejati, ternyata hanyalah seperti sebuah pagar dari kertas. Dengan entengnya kau sobek, buang bahkan bakar, seakan kau jadikan bulan-bulanan. Pencapaian ekstase pada anonimitasmu menjadikan sebagian dari jiwa ini semakin menjadi untuk selalu mencari kabarmu, mengapa harus seperti ini?. Ketika kuenyahkan serasa ribuan paku menusuk ulu hati, dan semakin sakit menjadi.

Mungkinkah ada banyak cinta dalam satu hati yang lemah. Apakah benar bahwa cinta itu seperti sebuah wadah cawan yang ketika dialiri akan penuh dan luber kemana-mana, ataukah sebuah bibit yang akan tumbuh tinggi dan membuahkan cinta-cinta yang lain. Oh tidak, betapa hal itu seakan menjadikan hati ini terasa penuh, penuh dan ingin tumpah karena luber, dan terdesak akan pohon yang semakin subur.

Salahkah ketika bibit keindahan itu tertanam dalam dan mengakar sehingga menjadi tumbuhan yang indah, sebuah tumbuhan yang selalu tertaut, dari rasa hingga peristiwa demi peristiwa, ketika flashback kau katakan dan saling menyalahkan kenapa hal yang diidamkan tersebut tumpah menjadi sebuah intan yang lepas dari tangan. Sesuatu yang indah dipandang dan dicita-citakan namun sudah terlanjur haram untuk dijalani.

Betapapun demikian, aduhai bahagianya diri ini memandang taman yang penuh dengan tumbuhan cinta yang subur dengan buah yang selalu ranum. Taman cinta di hati, semua tertaut dengan kuat, menjadikanku selalu terkapar merasakan ekstase meskipun hanya bayangan semu ketika kau mengunjungi dengan tawa dan ceriamu. Icon-icon yang selalu mewarnai perjalanan ini, semoga kalian berbahagia semua kawan, selamat menjalani hari-hari indahmu karena disinipun ikut merasakannya.