Saturday, April 25, 2009

Never ending love disorder

Begitulah mungkin hanya diri ini yang selalu saja salah dalam mengartikan sebuah percintaan, dari naksir, jatuh cinta kemudian seterusnya ya jatuh aja... gubrak. Tidak pernah ada rasa kapok untuk selalu menanggapi keindahan para lawan jenis yang memang memiliki nuansa dan perspektif yang berbeda tentang sebuah makna cinta, persahabatan dan luasnya ruangan hati dalam kesendirian dan kehampaan yang teramat indah untuk selalu diingat baik di otak maupun dalam hati. Itulah masa lalu, masa muda ketika semua masih bisa dipecundangi maupun dikhianati dengan seenak hati tanpa ada rasa penyesalan yang menyesakkan otak, wakaka...

Tersebutlah sebuah kisah dalam masa keemasan retro hingga punk beberapa abad yang lalu. Dalam sebuah lingkup persekolahan ahli jiwa yang cukup tidak dikenal di dunia jin setan dan perewangan. Berdiri dengan tegar sekumpulan pemuda dan pemudi bukan dengan hobi maupun kreatifitas yang sama namun dengan bakat yang hampir sepadan yaitu cinta yang tak pernah sampai, meskipun sampai namun bagaimana caranya itu tidak pernah selesai, dengan menamakan kelompok tersebut sebagai keluarga, yah keluarga mandiri dan establish hingga saat ini.

Lucu sekali memang, namun ada juga beberapa anggota yang akhirnya mengundurkan diri dari love dissorder tersebut karena memang sudah mentok dan tidak dapat menolak gebukan cinta yang dalam dan mengalir deras dalam darahnya untuk masing-masing kekasihnya. Cilakanya memang adat istiadat ketimuran yang memiliki fase-fase waktu, maka tantangan yang dihadapi adalah kemudian gerahnya hati karena dianggap kawin telat... bwahaha..

Saling memiliki sesama anggota keluarga itu memang awet dan abadi meskipun sudah berjauhan jarak dan karir yang ditekuni. Betul keturunan dan penerus idea dari masing-masing pribadi akhirnya dibutuhkan dan harus dari darah daging sendiri, artinya produk sendiri meskipun bukan dari ras tertentu tapi milik sendiri. Dari masing-masing anggota keluarga tersebut jika dikliping dalam arsip cintanya memang memiliki beratus-ratus file, dan menunggu jilid berikutnya untuk dapat diceritakan keajaiban dari never ending love dissorder ini... tentunya dengan penyelidikan jurnalisme ala koboi kesetanan, karena kudanya sedang birahi...yang dikemas dalam lantunan pembalasan award yang karena lupa ingatan tak pernah tergarap dengan rajin...

Wakaka jadinya malah never ending award dissorder... kekeke